Sabtu, 17 Oktober 2015

Virus



Ok gaes, kali ini aku bakal bahas tentang virus. Hayo loh. Biasanya kan kita benci banget tuh sama yang namanya virus, iya gak sih? Udah mah program yang tidak diinginkan, kerjanya bikin lag komputer aja pula. Tapi di kesempatan kali ini, aku bakal ngasih tau kalian gimana caranya bikin virus sederhana. Keren kaaan? Langsung aja kita bahas yaa

Jadi kali ini aku bakal bahas bagaimana membuat virus. Well, aku gak tau sih sebenernya ini bisa dibilang virus atau gak hehe. Virus yang bakal kita buat kali ini bakal nampilin pop up setiap dua menit. Isi pop upnya pun kita yang menentukan. Gini caranya:



. Kodingan membuat virus. Sebenernya ini nyambung semua kodingannya dari atas sampe bawah hehe ^^


Ok, jadi pertama kodingan diatas bakal ngebaca file dengan nama virus.txt yang sudah kita buat sendiri dan kita isi dengan kata – kata apa saja yang mau kita munculkan ditiap pop upnya dengan memisahkannya dengan tanda koma. Jadi misalnya kita ingin menampil di pop up pertama kata “virus” dan di pop up kedua kata “pengganggu”, maka di dalam file txtnya kita ketik “virus,pengganggu”. Intinya tanda koma menjadi semacam pembatas antar pop up satu dengan yang lainnya. Untuk menampilkan pop upnya kita menggunakan zenity yang kita taruh fungsinya diatas. Virus ini akan terus menampilkan pop up sampai prosesnya dimatikan. Walaupun virus tersebut telah menampilkan semua isi dari file virus.txt, virus itu akan terus memunculkan pop upnya. Virus tersebut akan mengulang lagi dari awal isi file bila isinya sudah habis dimunculkan.

Gimana? Menarik bukan? Mungkin hanya sedikit yang bisa saya jelaskan disini, semoga bermanfaat dan mudah dimengerti. Jangan lupa untuk meninggalkan komentar agar saya bisa memperbaiki kesalahan – kesalahan yang saya buat. Terima kasih, byeeeee.

Log log log



Bahasan kali ini berhubungan tentang proses apa saja yang sedang berjalan di komputer kita. Penasaran kan? Langsung aja yuk ke bahasan kita

Kalo kita memakai windows, pernah kah kalian membuka task manager? Task manager merupakan sebuah jendela yang menampilkan proses – proses apa saja yang sedang berjalan saat itu. Di linux, kita juga bisa lhoo membuat task manager kita sendiri, caranya adalah sebagai berikut:


Bila kita perhatikan satu baris yang berada di dalam while, itu merupakan fungsi untuk mencetak proses apa saja yang sedang berjalan di user yang sedang logged in / dipakai. Kalo kalian mengenal syntax ps aux pada terminal, maka itu adalah fungsi untuk menampilkan semua proses yang sedang berjalan di komputer kita. User yang sedang dipakai, yang sedang tidak dipakai, bahkan root semuanya ditampilkan proses – prosesnya, sedangkan ps ux merupakan fungsi untuk menampilkan proses apa saja yang sedang berjalan di user yang sedang dipakai. Bahkan bila kita login dengan dua user, maka dua – duanya akan di print. Dalam kasus ini, saya ingin menyimpan proses yang sedang berjalan ke file bernama C08_log.txt maka dari itu saya menuliskan “C08_log.txt” diujung baris. Nah file yang menyimpan proses – proses biasanya disebut juga sebagai log file.

Gimana? Mudah sekali kan? Silakan dicoba sendiri, semoga bermanfaat dan bisa dimengerti juga. Jangan lupa tinggalkan komentar dibawah agar saya bisa memperbaiki kekurangan – kekurangan yang ada di blog saya ini.
Mungkin segini aja yang bisa ku bagi sekarang, semoga bermanfaat, makasiiiihh.

Jumat, 16 Oktober 2015

Daemon + Grayscaling



Halo para pembaca blog tutorinaja, kali ini saya akan memberikan tutorial bagaimana caranya kita bisa merubah warna dari gambar yang kita buka menjadi warna lain misalnya grayscale. Penasaran kan? Langsung aja kita mulai.

Pernah gak sih kita kepikiran untuk ingin mengubah gambar yang kita buka menjadi grayscale / hitam putih secara otomatis. Nah di linux, kita bisa melakukan hal tersebut. Pertama – tama, kita perlu untuk membuat sebuah program yang bisa menjalankan sebuah perintah secara otomatis, yaitu adalah daemon. Program daemon ini memungkinkan kita untuk bisa menjalankan sebuah perintah yang ada secara otomatis tanpa harus kita run berulang – ulang kali. Ini dia contoh template dari daemon:


Nah bisa kita liat sendiri, ini adalah contoh implementasi dari daemon. Lalu, kita harus memasukkan perintah yang ingin kita jalankan secara otomatis kedalam codingan ini. Kita akan menempatkan perintahnya di while(1), di bari ke – 4 sebelum terakhir. Kalau kita lihat, di dalam while juga ada fungsi sleep() disitu. Itu berfungsi untuk mendelay proses yang ada di dalamnya. Waktu delay kita tentukan sendiri dengan menginput detiknya di dalam kurung dari fungsi sleep(). Misal bila kita ingin mendelay prosesnya selama 2 menit, maka kita kita tulis sleep(120). Jadi, nanti codingan perintah untuk misalnnya pada bahasan ini adalah mengubah gambar berwarna menjadi grayscale otomatis, akan dimasukkan di dalam while tersebut. Mungkin akan lebih jelas lagi bila kita sudah memasukkan codingan merubah gambar menjadi grayscalenya ke dalam while, ini dia contohnya:

Oiya sebelumnya maaf gambarnya kepotong karena kodingannya kepanjangan jadi gak bisa discreenshoot hehe. 


Pertama untuk merubah sebuah gambar menjadi grayscale, tentu kita harus tau mana yang gambar. Jadi, kita menggunakkan fungsi ps aux | grep .jpg | grep –v grep | awk 'END{print $NF} untuk mengetahui apakah ada proses yang sedang terjadi yang proses itu merupakan proses membuka gambar dengan format .jpg. Fungsi ps aux sendiri merupakan fungsi untuk melihat proses – proses apa saja yang sedang berjalan, sedangkan grep .jpg berfungsi untuk menangkap sebuah string dengan keyword .jpg. Jadi ketika proses yang sedang berjalan sudah kita ketahui, maka kita mencari mana yang ada .jpgnya, yang mengindikasikan kalo kita sedang membuka gambar. Fungsi popen() berfungsi untuk mereturn nilai dari fungsi yang berada di dalam kurungnya. Dengan begitu, kita sudah mendapatkan prosesnya, kita akan mendapatkan nama dari .jpg. Setelah itu kita masukkan ke variabel baru yang dalam contoh ini adalah fp.


Gambar diatas merupakan fungsi yang akan kita gunakan mempersiapkan nama dari gambar grayscale yang kita buat. 

Fungsi di baris pertama dari if diatas adalah untuk menghilangkan .jpg dari nama file yang sedang kita buka yang sebelumnya namanya telah kita masukkan ke array tipe_file. Jadi nanti kita hanya mendapatkan namanya saja, misal bila gambar yang dibuka namanya “gambar.jpg”, maka kita akan mendapat “gambar” saja. Lalu char nama berfungsi sebagai penyimpan nama file dari  gambar grayscalenya. Karena saya menginginkan agar nama outputnya menjada (nama gambar)_copy.jpg maka saya menuliskannya seperti itu.
 
Setelah itu, baru kita masuk ke converting gambar ke grayscale dengan:


if disitu berfungsi untuk hanya membuat gambar grayscale yang kita buka sekali saja. Karena kalau tidak seperti itu, komputer akan terus menerus membuat gambar grayscale dari gambar yang kita buka berulang – ulang kali sampai proses dari daemonnya kita kill / matikan di terminal. Dan akibatnya komputer kita akan lag. Lalu tiga baris fungsi yang ada di dalamnya berfungsi untuk menconvert gambar menjadi grayscale.

Bagaimana? Mudah sekali kan, semoga tutorial kali ini bermanfaat dan bisa dipahami. Jangan lupa tinggalkan komentar agar blog ini bisa lebih baik lagi. Sampai jumpa, terima kasiiiihh.